Ruangan itu terpisah agak di pinggir di area restaurant untuk para penghuni hotel Shangri-La maupun pengunjung. Waktu itu, kita diundang (atau lebih tepatnya Ketua & Wakil Paryasop, karena saya cuma ‘ngekor’) oleh Founding Father, Bapak Letjen (Purn) Dr. TB Silalahi S H. untuk “lunch” bersama sambil diskusi ringan mengenai project penerbitan buku sejarah ” Asrama Yayasan Soposurung”. Sebenarnya saya sudah beberapa kali lunch gratis di restaurant itu (dari kantor maupun pertemuan lainnya), tetapi hanya duduk di meja biasa untuk tamu pada umumnya, ruangan tempat kita duduk sedikit berbeda dan terpisah, wah mungkin ruangan VIP pikir saya waktu itu …
Pada waktu itu suasana diskusi begitu santai sekaligus private karena kita hanya ber 7 saja, dan akhirnya diputuskan kira-kira PIC dari team yang hadir untuk mem-follow up rencana ini. Kita ingin membuat buku semacam Bungai Rampai-nya TNI… jujur aku salut dengan ide Bapak karena keinginan Bapak terhadap bentuk/isi buku itu nantinya cukup detail disampaikan dan terstruktur… memang Bapak ini benar-benar gurunya para Jendral, dari sejak aku di asrama hingga sekarang, setiap berbicara selalu disertai gagasan dan disampaikan dengan penuh wibawa dan mendalam. Dari dulu, setiap aku dengar Bapak bicara, mata ku tidak pernah lepas dari matanya yang menunjukkan kesungguhan. Dan aku yakin jika project ini terwujud, maka buku tersebut akan memberikan manfaat penting untuk almamater kami Asrama Yayasan Soposurung… selain itu Leader project ini adalah seorang Ibu wartawan senior yang sudah sangat berpengalaman, karena dulu beliau juga yang terlibat dalam pembuatan buku 70 tahun TB Silalahi..
Setelah selesai mendiskusikan mengenai project Buku Asrama Yasop ini, akhirnya pembicaraan berlanjut ke hal-hal lain yang sedang hangat di negara kita ini, mulai dari kunjungan bapak ke beberapa negara, kondisi perpolitikan indonesia dan satu hal yang paling seru lagi, kira-kira siapa nih calon presiden kita di 2014? Mataku berbinar… saya benar-benar menyimak satu persatu kata-kata yang bakal disampaikan Pak Tebe, secara Bapak memang termasuk orang dekat nya dan penasihat Pak SBY… siapa ya menurut pak Tebe.. dan ternyata… Bapak bukannya menyampaikan siapa kira-kira calon Presiden 2014, malah menanyakan ke kita menurut kamu siapa? Mungkin karena tertarik mengikuti perkembangan politik Indonesia saat ini, cepat sekali saya merespons dan menjawab ” Menurut saya bu Ani pak! Selesai mengucapkan kalimat pendapat ini, saya menoleh ke kiri dan ke kanan mencoba mencari anggukan dari bang Marudut Na70 (mantan WaKa Paryasop), Bang Fredsly Girsang (Ketua Paryasop), dan Bang Klemens Sinaga (WaKa Paryasop) …mereka datar-datar saja bahkan kelihatan bingung, kok saya bisa menjawab seperti itu… Tiba-tiba Pak Tebe bertanya” Mengapa kamu berpikir bu Ani selanjutnya? Saya tersenyum, prediksi saya seperti itu pak, jawabku mantap.
—— cut— pembicaraan selanjutnya saya sensor
karena point penting dari tulisan ini adalah saya menyampaikan alasan mengapa saya berpikir bahwa Bu Ani yang akan menjadi calon Presiden di 2014?
Menurut saya, politik yang dijalankan oleh Pak SBY adalah politik yang santun, dan beliau tahu kapan harus maju dan kapan harus mundur, Memang banyak pengamat politik banyak yang mengatakan beliau terkesan lambat dalam mengambil keputusan. Tetapi untuk kondisi politik indonesia saat ini, seorang pemimpin negara harus berhati-hati dalam merespons setiap situasi yang sedang terjadi. Sekali saja salah merespons, media dengan leluasanya akan “merekayasa” membuat nya lebih buruk atau lebih baik, apalagi kalau sudah ditunggangi kepentingan dari seseorang yang berpengaruh..
Menghadapi kondisi seperti di atas, dibutuhkan pemimpin dengan gaya Pak SBY, dan itu ada di Bu Ani apalagi beliau sering mendampingi suaminya dalam kunjungan kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Artinya, bu Ani mendapat ilmu kepemimpinan langsung dari Presiden Yudhoyono. Katakanlah jika nanti bu Ani naik, Pak SBY masih tetap bisa memberikan masukan dan nasihat. Dan menurut pengamatan saya, saat ini keluarga Cikeas juga membentuk kartel politik, lihat saja bagaimana putra kedua “Ibas” yang sudah terjun untuk usia semuda itu dan ternyata di pemilihan Ketum demokrat kemarin, walau mengusung Pak Andi tetapi masih ditawarkan oleh Pak Anas dalam posisi penting Sekjen partai Demokrat.
Dan kalau menurut saya, politik kartel itu sah-sah saja, apalagi jika kartel itu dibentuk oleh keluarga yang mampu bibit, bobot dan bebetnya. Jika Ibas maju di 2014, saya kira dan banyak pengamat yang juga berpikir bahwa itu masih terlalu cepat, so bagaimana untuk mempertahankan kartel itu? Predisksi saya, Bu Ani maju terlebih dahulu di 2014 bersama Pak Anas sebagai wakilnya, setelah beberapa tahun kemudian dan Ibas telah ready, Ibas maju… ada yang salah dengan ini? Saya kira tidak, tinggal tergantung secepat apa Ibas akan belajar dan mematangkan dirinya, mungkin karena ini jugalah mengapa Ibas ditempel bersama Pak Anas, mempercepat proses itu…
Mari kita lihat bersama di 2014 … 24 July 2010 Yossy Girsang
malam malam membaca tulisanmu membuatku melek… Mantap bro…
Nice Post Bro
tapi sepertinya, Bu Ani belum pernah punya pengalaman resmi dalam bidang politik dan ekonomi bro… itu perlu menjadi bahan pertimbangan… karena tantangan dalam dunia bidang ekonomi khususnya ke depan akan lebih hebat lagi..
saya pribadi lebih setuju Sri Mulyani (SMI) yang maju, Track Recordnya sudah jelas dan terbukti punya kemampuan
Tampaknya pak Yossi ini bakal menjadi calon tokoh dari daerah batak, Horas bangg!! Sukses selalu!
Mari kita lihat bersama prediksi ini di 2014, menurut saya kemungkinan anas yang maju. Dengar-dengar sedang sekolah Master politik ya Yos?
Mantaps brother
Bu Ani itu brilian, hal ini pernah saya dengar sendiri langsung dari Pak Tebe beberapa bulan yang lalu. Tapi sekarang masih 2010!
Ya…mari kita ikuti bersama arah perkembangan politik 4 tahun ini
Keep posting bro
Sip deh, bang Yos pergaulannya Ring-1
informasi langsung dari TKP. Kapan main ke bandung bos? Keep growing up bro
Ada baiknya tulisan ini dimasukkan ke rubik majalah tempo atau gatra, pasti akan banyak yang memberikan komentar terutama dari partai oposisi
Keep posting mas, two thumbs up!
Makin eksis ajah ini bang Yossy, di tunggu posting berikutnya, ckckckck dah mulai jadi pengamat politik nih kayanya … sukses selalu.
Dear All Frens and visitor,
Terima kasih sudah sudah bersedia mengunjungi dan membaca tulisan ini, semoga tulisan berikutnya lebih baik lagi, ditunggu kritik dan sarannya ya. Regards, Yossy Girsang
Oh iya, satu lagi… saya cukup terkejut dengan respons yang cukup banyak begitu pula jumlah pengunjung, dan saya mohon maaf untuk yang tidak berkenan (ada banyak comment yg tidak saya approve untuk ditampilkan berhubung mengandung SARA), murni tulisan ini saya buat atas pendapat pribadi, bukan pendapat dari Pak TB Silalahi. Salam.
Jika Anas yang akan naik sebagai wapres 2014, trus Ketua Setgab Koalisi mau dikemanakan
? Sy kira akan terjadi negosiasi tingkat tinggi sama seperti yang baru saja terjadi di pemilihan Gurbernur BI Darmin Nasution.
Bukannya Anas ditempatkan di PD sebagai salah satu golkar intervensi dari dalam? Anas khan hasil kader-an partai Golkar??
Bu Ani bakal mendapat dukungan dari partai demokrat, secara memang PD adalah partai yang dibangun oleh keluarga Cikeas bersama rekan terdekatnya (jajaran jendral besar),
kalau tdk salah direktur eksekutif saat ini adalah teman satu angkatan SBY sendiri.