Harus diakui bahwa kita sering salah paham terhadap maksud baik orang lain, hanya karena kita mendengarkan informasi yang sepotong-sepotong, kita tidak melihat langsung kejadiannya, menilai orang dari penampilan saja..
Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya salah paham, ada baiknya kita belajar sabar, netral (tidak cepat menyimpulkan/ menghakimi), dan mendengarkan. Mendengarkan sebenarnya merupakan komunikasi yang lebih efektif dari pada berbicara. Banyak orang di dunia ini memiliki kemampuan yang baik dalam berbicara, namun sedikit yang mampu dan mau mendengarkan orang lain. Mendengarkan penjelasan/ sudut pandang orang lain menuntut kesabaran yang tinggi, namun orang yang mampu mendengarkan orang lain adalah orang yang berbahagia, karena dia pasti memperoleh upahnya, yaitu penghargaan.
Apakah kita ingin dihargai saudara, suami, istri, anak-anak, rekan sekerja dan orang lain?! Dengarkanlah mereka, hargailah perbedaan yang ada, dan sedapat mungkin penuhilah kebutuhan mereka. Seorang yang demikian menunjukkan bahwa dia mampu menghargai orang lain tanpa bersikap egois, maka dia akan menuai hasilnya, yaitu kasih dan penghargaan dari sesama. Saya juga merupakan salah satu manusia yang sedang belajar mendengarkan. 1 August 2010, Yossy Girsang